PerjalananPanjang si Murai Batu. Oleh : Raja Murai. Semoga berguna untuk rekan-rekan yang akan memulai menangkar Murai Batu. 1. Setelah terjadi perkawinan dan pembuahan, maka dalam waktu 4 s.d 6 hari kemudian Induk Murai Batu akan bertelur, rata rata telur yang dihasilkan antara 2 s.d 4 butir, Induk betina akan bertelur setiap hari sekali Muraibatu bakalan muda mempunyai tanda bulu yang masih berbintik cokelat di bagian sayap sebelah luar maupun sayap sebelah dalam. Perilaku: Jika ada murai batu bakalan yang pada saat kita pegang dia menjerit kencang dan berusaha mematuk-matuk jari tangan, inilah murai batu dengan mental berani. Burungmurai batu memang terkenal sebagai burung dengan kicauan yang merdu dan indah. Akan tetapi, burung dengan kicauan yang indah ini juga termasuk tipe burung petarung. Oleh karena itu mental fighter burung murai batu sangatlah penting untuk dibentuk. Untuk itu, yuk kenali 6 cara membuat murai batu fighter dengan cepat dan tepat! 6 Cara cash. – Banyak kalangan kicau mania mengalami masalah bagaimana membuat Murai Batu cepat fighter. Sebagian besar dari mereka kebingungan dengan mental Murai Batu yang naik turun. Kalau lagi sendirian, sifat fighter Murai Batu selalu keluar, tapi kalau bertemu lawan di lomba, nyalinya langsung ciut dan tidak mau berkicau sama sekali. Hal seperti ini memang menjadi masalah umum para pecinta burung Murai Batu. Sebab, Murai Batu merupakan jenis burung petarung. Jika mentalnya saja down, bagaimana mau menang di perlombaan? Oleh karena itu, pemilik burung harus memfokuskan perawatan Murai Batu pada pelatihan mentalnya. Jangan sampai mental Murai Batu terlihat lemah di lapangan, tapi tangguh saat sendirian. Baca juga Penangkaran Murai Batu Ekor Terpanjang di Dunia Ternyata Ada di Indonesia Ya, melatih mental Murai Batu memang lebih penting ketimbang menambah variasi isian suaranya. Sebagus apapun kicauan Murai Batu, jika mental bertarungnya kurang bagus, maka dia hanya akan menjadi petarung rumahan saja. Maksudnya, Murai Batu tersebut hanya jago kandang saja. Tentu ini sangat mengecewakan pemiliknya. Kalau sudah begini, ada baiknya pemilik burung Murai Batu segera meningkatkan latihan mental agar kualitas Murai Batu menjadi lebih baik dan fighter di rumah maupun di lomba. Lantas, bagaimana cara membuat Murai Batu fighter dan mempunyai mental petarung? Cara melatih mental Murai Batu dengan teknik buka tutup kerodongPencarian terkait Sebenarnya, ada banyak cara melatih mental Murai Batu agar cepat fighter, tapi kami lebih menyukai cara yang dibagikan oleh penghobi Murai Batu bernama Leo Andrie di forum Baca juga 12 Daftar Panjang Bulu Ekor Murai Batu Berdasarkan Habitat Aslinya Dia membagikan tips melatih mental Murai Batu dengan cara kerodong buka tutup. Kalau dilihat dari tahapannya, sudah pasti tips ini didapat dari pengalaman pribadi selama merawat Murai Batu peliharaannya. Seperti apa caranya, mari kita simak bersama. Sebelumnya Anda harus menyiapkan 3-4 burung Murai Batu. Kalau bisa semua Murai Batu tersebut sudah mapan dalam bertarung. Tujuannya buat pancingan biar mental Murai Batu yang sedang down, naik lagi dan langsung fighter. Pelatihannya sendiri dilakukan bersama-sama. Maksudnya, 3-4 burung Murai Batu tadi ditrek bersama di lantai, bukan di gantungan. Berikan jarak antara burung satu dengan lainnya kira-kira 4-6 meter. Ini dilakukan bersamaan dengan burung Murai Batu Anda yang mentalnya lemah. Jadi total burung yang dilatih ada 5 ekor. Buka kerodong untuk 4 ekor burung Murai Batu yang sudah mapan mentalnya. Sementara burung Murai Batu Anda yang mentalnya belum muncul tapi sudah mau gacor, lebih baik dikerodong dulu beberapa menit dan biarkan dia gacor di dalam kerodong. Setelah Anda merasa gacornya sudah mulai ngotot, buka kerodong burung tersebut secara perlahan. Tapi jangan langsung dibuka semua, cukup buka kerodong setengah saja. Amati Murai Batu Anda, dia sudah mengintip Murai Batu lain atau tidak. Kalau Murai Batu sudah berani mengintip Murai Batu lain melalui celah kerodong, coba buka kerodong full dan biarkan selama 30 detik. Setelah 30 detik, tutup kerodong full dan biarkan burung Murai Batu gacor di dalam kerodong selama 10-15 menit. Selanjutnya, buka kerodong lagi selama 30 detik, lalu tutup kerodong dan pindahkan Murai Batu dari lokasi latihan tadi. Gantung Murai Batu sendirian dan dengarkan suaranya. Kira-kira, suara Murai Batu Anda lebih dominan suara gacor Murai Batu petarung atau gacor biasa. Jika Murai Batu masih mengeluarkan suara gacor biasa, ulangi latihan mental lagi selama 3 hari, kemudian seminggu 2 kali. Ingat, latihan mental Murai Batu tidak bisa dilakukan sekali, minimal 5-8 kali latihan biar hasilnya kelihatan. Selama proses latihan mental Murai Batu, Anda harus mengamati suara gacornya. Apabila saat digantang sudah mengeluarkan suara gacor fighter suaranya menekan, keras, kencang, dan penuh variasi isian, coba sesekali bahwa ke latberan agar bisa latihan dengan lawan atau Murai Batu lain. Untuk membantu agar hasilnya maksimal, tambahkan settingan Extra Fooding EF sesuai karakter Murai Batu Anda. Jika Anda belum punya settingan EF Murai Batu yang pas, coba berikan 10 EF terbaik untuk Murai Batu agar cepat gacor. Demikian beberapa cara melatih mental Murai biar cepat fighter menggunakan teknik buka tutup kerodong. Intinya, dalam pelatihan tersebut, burung Murai Batu ditantang agar berani dengan lawan mainnya, tapi secara bertahap biar tidak kaget dan stres. Baca juga Perawatan Burung Murai Batu yang Sakit Lengkap dengan Cara Penyembuhannya Maka dari itu, penggunaan kerodong buka tutup sangat penting dalam pelatihan mental Murai Batu. Tujuannya, agar Murai Batu bisa beradaptasi dengan lawan bertarungnya. Kalau langsung disandingkan dengan Murai Batu lain tanpa kerodong, sudah pasti Murai Batu Anda ketakutan dan mentalnya tak bisa fighter. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa like dan share ke teman-teman kalian. Terima kasih. Pencarian terkaitcara merawat trotolan murai biar fightermelatih mental murai trotolmelatih murai batu muda juara agar cepat gacor kerascara membuat murai batu fightermelatih mental murai batu lepas trotolcara membuat murai batu jadi fightercara membuat mental murai batu beranimelatih mental murai batumelatih mental muraihttps//burungnya com/15-cara-melatih-mental-murai-batu-biar-fighter-pakai-teknik-buka-tutup-kerodong/ Membeli murai batu bakalan untuk dijadikan calon gacoan menjadi alternatif ekonomis karena harganya lebih terjangkau. Bila dirawat dengan sungguh-sungguh murai batu bakalan bisa membanggakan suatu saat nanti. Berikut cara melatih mental murai batu bakalan baik yang berasal dari tangkaran maupun muda hutan. 1. Memunculkan sifat teritorialnya Murai batu merupakan burung dengan sifat teritorial. Di daerah penyebarannya, mereka akan menguasai wilayah tertentu sebagai daerah kekuasaannya, terutama untuk mencari makanan, pasangan, kawin dan berkembang biak. Jika mendengar atau melihat ada murai jantan lain memasuki daerah teritorial, dia akan berusaha mengusir dengan mengerahkan segenap kemampuan. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa burung dengan sifat teritorial sangat mudah ditangkap hanya dengan menggunakan jontrot / umpan. Melatih murai batu muda / bakaan agar memiliki kembali sifat teritorialnya bisa dilakukan dengan menggantang sangkar pada satu tempat / lokasi saja. Pagi-pagi sekali, burung dikeluarkan untuk diembunkan di tempat yang sama sampai siang atau sore harinya. Perubahan tempat bisa dilakukan hanya dalam jarak yang tidak terlalu jauh, misalnya 2 – 3 meter dari posisi awal. Dengan selalu menggantang sangkarnya pada tempat yang sama setiap hari, maka burung akan merasa menguasai wilayah tertentu, sehingga muncul sifat teritorialnya. Selain tu, selama masa terapi, jangan menggantang sangkar burung lain, khususnya kacer dan murai batu, di lokasi tersebut. Sekitar 2-3 minggu kemudian, Anda bisa mengamati apakah terapi tersebut sudah berhasil atau belum. Caranya dengan menggantang sangkar kacer atau murai batu lainnya, tak jauh dari posisi sangkar murai yang dilatih tadi. Jika murai batu terlihat sangat gelisah, disertai dengan gaya membusungkan dada atau menaik-turunkan ekornya, berarti burung sudah memiliki kembali sifat teritorialnya. Apalagi kalau dilanjutkan dengan berkicau kencang, itu pertanda mentalnya sudah terbentuk. 2. Mengasah mentalnya Mengasah mental bisa dilakukan ketika murai batu sudah mempunyai sifat menguasai suatu wilayah / lokasi. Cara yang lazim dilakukan adalah menggantang sangkar burung lain seperti kacer atau murai batu lainnya tidak jauh dari sangkar burung tersebut. Hal ini pun cukup dilakukan seperlunya saja, atau beberapa menit saja, atau bisa juga sampai burung mengeluarkan suaranya yang lantang. Setelah itu, mereka bisa dipisahkan kembali dalam jarak yang berjauhan. Tujuan pelatihan ini adalah memberi simulasi seperti kondisi sebenarnya di alam liar, yaitu ketika mereka mengusir burung lain yang masuk ke dalam wilayah teritorialnya. Cara ini tidak jauh berbeda ketika kita menggunakan kaca / cermin untuk melatih mentalnya, namun lebih efektif jika kita menggunakan burung yang lain. Dengan melatih secara rutin setiap beberapa hari / minggu sekali, maka mental murai makin terbentuk, sehingga burung akan selalu berada dalam kondisi prima dan siap dilombakan. 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan Selain menggembleng mental dengan cara di atas, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan dan pola perawatan yang lain. Hal ini sangat penting, khususnya untuk menjaga kondisi dan stamina murai batu agar selalu fit, terutama ketika dipertemukan dengan burung lainnya. Pemberian makanan dengan kandungan nutrisi seimbang sangat penting untuk membuat kondisi fit dan prima. Untuk itu kami merekomendasikan voerzoo insect blend yang dibuat dari bahan utama serangga sebagai makanan harian lihat produk rekomendasi di bawah. Dengan voerzoo insect blend burung sudah tidak perlu lagi diberikan beragam jenis serangga hidup. Kami sudah membuktikan! Perawatan rutin seperti pengembunan, mandi dan penjemuran secara rutin bisa membuat murai batu selalu berada dalam kondisi segar. Vitamin tambahan sudah tidak diperlukan bila Anda menggunakan voerzoo insect blend. Voerzoo insect blend voer pengganti serangga untuk burung! Voerzoo insect blend merupakan voer pengganti serangga yang diolah dari serangga terbaik untuk burung. Proses pengolahan yang baik pada voer ini membuat kandungan nutrisi dari serangga bisa diserap lebih baik oleh burung. Lebih lengkap, higienis dan sangat mudah dalam memberikannya... Continue reading Burung Murai Batu MB – Burung Murai Batu MB masih menjadi primadona dikalangan penggemar burung ocehan, karena burung ini memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi serta gaya tarung yang atraktif. Selain itu Murai Batu juga memiliki penampilan fisik yang menarik dengan ekor panjang kelebihannya itulah yang membuat burung Murai Batu digandrungi oleh para Kicau Mania di Indonesia, baik itu Murai Batu ternak maupun Murai Batu bakalan muda hutan sama-sama laris manis penggemar Murai Batu yang lebih memilih untuk memelihara Murai Batu bahan muda hutan MH karena di anggap memiliki kualitas suara dan mental fighter yang lebih bagus dibanding Murai Batu ternak. Selain itu, harganya juga lebih murah dibanding Murai Batu ternak atau Murai Batu yang sudah jadi gacor.Marawat Murai Batu bakalan tangkapan hutan bukan tanpa resiko, karena jika salah memilih burung yang sakit atau salah dalam perawatannya, maka burung Murai Batu bakalan bisa mengalami Murai Batu bahan / bakalan hutan tentunya masih liar dan belum mau berkicau karena masih dalam kondisi stress akibat perubahan lingkungan yang sangat drastis. Tapi dengan perawatan yang tepat, Murai Batu bahan / muda hutan bisa bertahan hidup dan cepat merawat Murai Batu MB bakalan / muda hutan MH diperlukan ketelatenan dan kesabaran agar burung bisa bertahan memilih Murai Batu bakalan hutan, pastikan burung tersebut mau memakan extra fooding EF seperti jangkrik atau ulat hongkong UH.Caranya dengan melemparkan jangkrik kecil atau ulat hongkong ke arah Murai Batu bakalan tersebut. Jika burung Murai Batu langsung memakan jangkrik atau ulat hongkong berarti kemungkinan besar burung tersebut sehat dan tidak bermasalah pada paruh, tenggorokan dan saluran pencernaannya bukan hasil pancingan. Itu berarti resiko awal sudah pertama yang harus dilakukan adalah mengajarkan burung Murai Batu bakalan untuk makan voer ngevoer untuk memudahkan dalam perawatan jika Murai Batu bahan tidak dilatih ngevoer, maka resiko kematiannya sangat besar sebab kita tidak selalu bisa menjaga ketersediaan pakan alaminya setiap saat, dan jika sampai terlambat dalam memberikan pakan seperti jangkrik, kroto dan ulat maka Murai Batu bahan / bakalan bisa mati karena melatih Murai Batu MB bakalan / muda hutan agar cepat ngevoer1. Setelah mendapatkan Murai Batu bakalan, kemudian masukkan ke dalam kandang kotak dulu untuk memudahkan saat membuka tatakannya ketika akan membersihkan kotorannya, sehingga tidak membuat burung glabrakan karena perawatan tahap awal sebaiknya burung Murai Batu bakalan ditempatkan dilokasi yang tenang dan dikerodong full kerodong untuk mengurangi tingkat masa adaptasi sebaiknya lokasi penempatatan kandang jangan dipindah-pindah dulu sampai Murai Batu bakalan tersebut ngevoer Sebelum burung Murai Batu bahan / muda hutan tersebut dimasukkan ke dalam kandang, sebaiknya basuh dulu bulu-bulunya dengan untuk mengurangi tingkat cepuk air yang cukup besar ke dalam kandangnya agar Murai Batu bakalan tersebut bisa mandi sendiri ketika menginginkannya. Biasanya setelah dibasuh, burung Murai Batu akan melanjutkan mandi didalam Setelah burung dibasuh air dan dimasukkan ke dalam kandang, kemudian berikan kroto segar atau ulat, bisa ulat hongkong atau ulat harinya berikan kroto segar atau ulat yang dicampur dengan sedikit voer halus sebanyak 3 kali dalam sehari pada pagi, siang dan sore hari. Bisa juga ditambahkan jangkrik yang sudah dibuang kaki-kakinya sebanyak 5 ekor pada pagi, siang dan sore Sebaiknya gunakan cepuk pakan yang agak besar dan diletakkan didasar kandang agar Murai Batu bahan / bakalan bisa melihat dengan jelas lokasi makanannya. Karena di alam bebas burung Murai Batu sering turun ke tanah untuk mencari makan. Jadi pada tahap awal sebaiknya tempat pakannya diletakkan didasar cara ini setiap hari dengan menambahkan campuran voernya secara bertahap sampai burung Murai Batu bakalan mau makan voer polos tanpa campuran extra fooding EF.Jika kotorannya sudah berbentuk agak padat dan warnanya sama dengan warna voer yang diberikan berarti Murai Batu bakalan tersebut sudah mulai mau makan voer Setelah Murai Batu bakalan sudah mau makan voer halus, tahap selanjutnya adalah melatih burung untuk makan voer kasar dengan cara mencampurkan sedikit voer kasar dengan voer halus agar nantinya burung Murai Batu terbiasa memakan voer Setelah burung Murai Batu MB mau makan voer kasar, cobalah untuk tidak memberikan extra fooding EF dari pagi sampai siang, tapi air minum harus tetap apakah Murai Batu bakalan tersebut mau makan voer kasar yang ada dicepuk atau tidak. Jika Murai Batu bakalan tersebut mau makan voer kasar berarti burung tersebut sudah ngevoer total. Tapi jika Murai Batu bakalan tersebut sama sekali tidak memakan voer kasar sampai siang hari berarti belum ngevoer berikan extra fooding EF agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kemudian ulangi langkah-langkah di atas sampai burung Murai Batu bakalan benar-benar mau makan voer polos tanpa campuran extra fooding EF.Setelah Murai Batu bakalan / muda hutan ngevoer total, perawatan tahap selanjutnya adalah membuat burung mapan agar berani berkicau dengan lantang ngeplong. Karena biasanya Murai Batu bakalan muda hutan MH akan lebih banyak ngeriwik meskipun sudah lama dipelihara jika tidak diberikan perawatan yang yang tepat untuk Murai Batu bahan / muda hutan agar rajin bunyi dan cepat gacor1. Perawatan harianSetelah Murai Batu bakalan ngevoer total, seminggu kemudian burung tersebut mulai rutin di mandikan setiap hari dan dijemur secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan burung dalam menahan panas Murai Batu bakalan setiap pagi mulai jam 0500 untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana pagi yang merupakan waktu favorit bagi burung-burung liar untuk berkicau saling di embunkan biasanya Murai Batu MB bakalan akan terpancing untuk berkicau dengan lantang ngeplong. Dan lama-kelamaan akan terbiasa berkicau dan lebih rajin bunyi dengan suara tahap ini sebaiknya Murai Batu bakalan tidak perlu dikrodong pada siang hari dan cukup dikrodong pada malam hari saja. Tapi untuk penempatannya tetap dilokasi yang tenang dan jauhkan dari segala bentuk gangguan agar burung tidak Pemberian pakan dan extra fooding EFBerikan voer kasar sebagai pakan utamanya ditambah extra fooding EF berupa jangkrik sebanyak 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore jangan memberikan jangkrik terlalu banyak agar burung Murai Batu bakalan tersebut masih merasa lapar dan terbiasa memakan voer yang disediakan didalam kroto segar seminggu 3 kali dengan porsi satu cepuk untuk setiap kali pemberian. Kroto sebaiknya diberikan pada pagi hari setelah burung Murai Batu dimandikan dan hendak diberikan kroto secara rutin, Murai Batu bahan / muda hutan akan rajin bunyi ngeplong dan akan cepat gacor. Intinya jangan pelit kroto jika ingin Murai Batu bakalan yang dipelihara rajin bunyi dan cepat Cara menjinakkan Murai Batu bakalan hutanSetelah satu atau dua minggu ditempatkan dilokasi yang sepi, perawatan tahap selanjutnya adalah proses penjinakan dengan menempatkan kandang Murai Batu bakalan ditempat yang ramai dan banyak aktivitas Manusia Murai Batu bakalan tersebut akan glabrakan ketika ada orang yang mendekati kandangnya, bahkan bisa sampai menabrak jeruji sangkar sampai menyebabkan luka-luka pada bagian atas hal itu tidak akan berlangsung lama, karena setelah beberapa hari ditempatkan dilokasi yang ramai, burung Murai Batu bakalan tersebut akan mulai terbiasa dengan keramaian dan akan lebih tenang ketika ada orang yang mendekati dua atau tiga minggu ditempatkan dilokasi yang ramai, biasanya Murai Batu muda hutan sudah mulai bisa beradaptasi dan mulai mapan yang ditandai dengan sudah mulai ngeriwik dan sesekali ngeplong, terutama pada saat turun setelah dua atau tiga minggu kemudian biasanya Murai Batu MB bakalan tersebut akan mulai rajin Cara melatih mental Murai Batu muda hutanSetelah Murai Batu bakalan tersebut mengalami mabung pertama selama dipelihara, maka setelah selesai mabung akan terlihat jelas perubahan pada karakternya, terutama pada mental dan variasi kicauannya, bahkan terkadang sudah mulai bereaksi dan terpancing emosinya ketika mendengar suara burung tahap ini Murai Batu muda hutan sudah bisa mulai ditrek untuk melatih mental dan juga individu Murai Batu memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang bisa cepat mapan / jadi dan ada juga yang lebih lama, karena semua tergantung dari mental dan karakter masing-masing burung serta dipengaruhi juga dari pola perawatan yang diterapkan setiap umumnya setelah 2 - 3 bulan dirawat, Murai Batu bahan / bakalan hutan biasanya sudah mulai sering bersuara ada juga Murai Batu bahan yang baru satu minggu dipelihara sudah rajin ngeplong. Hal itu tergantung dari mental dan karakter membuat Murai Batu bakalan cepat bunyi ngeplong bisa juga diberikan suplemen khusus penggacor burung seminggu sekali. Tapi setelah Murai Batu bakalan tersebut rajin bunyi sebaiknya pemberian suplemen dihentikan atau cukup diberikan sebulan sekali saja untuk menjaga staminanya dan pada saat akan dilombakan agar Murai Batu tampil bringas sedikit informasi tentang cara merawat Murai Batu bahan / bakalan hutan agar rajin bunyi dan cepat gacor yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar burung Murai Batu MB, dapat dibaca pada artikel On Kicau bermanfaatTerima kasih

cara melatih mental murai batu muda